Abstract
Ta'aruf saat ini memiliki peran besar di tengah-tengah masyarakat sebagai dakwah yang terukur. Terukur dalam arti bahwa proses dakwah dapat direncanakan, dinilai hasilnya, dan dapat dievaluasi pelaksanaannya. Ta’aruf tidak hanya sebagai ibadah rutinitas semata, namun berkembang membentuk kumpulan-kumpulan pelaksana ritual ibadah tersebut. Lebih dari itu, di kota-kota besar semakin banyak komunitas ta’aruf yang memberikan wadah bagi muda-mudi yang ingin menikah. Selain itu, model Ta'aruf juga meluas melalui dunia nyata atau dunia virtual. Ta'aruf, yang awalnya dimulai dari kontekstualisasi ayat, kini telah menjadi sebuah komunitas untuk menjadi sebuah institusi yang telah menjadi biro jodoh untuk remaja. Ta'aruf adalah proses fundamental yang tidak hanya tentang agama tetapi juga modal awal dalam berkeluarga. Ta'aruf adalah bagian dari ukhuwah Islamiyah yang sangat direkomendasikan oleh agama Islam kepada orang-orangnya untuk saling mengenal, baik antar suku, bangsa, maupun antar individu. Ta'aruf sebagai proses yang berada dalam bingkai moralitas untuk saling mengenal dan menentukan diri sebelum menuju ke tingkat pernikahan sesuai dengan aturan Islam.
Cite
CITATION STYLE
Ilhami, N. (2019). Budaya Ta’aruf dalam Pernikahan; Sebuah Tinjauan Sosiologi. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 12(2), 163–176. https://doi.org/10.35905/kur.v12i2.1260
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.