Abstract
Kecemasan merupakan masalah yang sering dihadapi individu di seluruh dunia. Namun kelompok yang menjalani pendidikan tinggi cenderung lebih rentan mengalami kecemasan karena stress yang dihadapi untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Kecemasan merupakan suatu proses yang normal namun akan menjadi masalah ketika kecemasan tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini harus segera diatasi karena dapat menyebabkan berbagai efek seperti menurunnya konsentrasi mahasiswa dalam proses pendidikan, hal ini juga berkaitan dengan pencapaian prestasi belajar yang rendah yang kemudian dapat memicu terjadinya depresi.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berumur antara 20-22 tahun. Kuesioner GAD-7 digunakan untuk menilai adanya kecemasan pada mahasiswa. Dari 130 orang responden, didapatkan 76,9% mahasiwa mengalami kecemasan sedang dan 23,1% mengalami kecemasan ringan. Tidak ada mahasiwa dengan kecemasan berat. Proporsi kecemasan ringan lebih tinggi dibanding kecemasan sedang pada kelompok yang lulus ujian (92% dan 8%), sementara proporsi kecemasan ringan lebih rendah dibanding kecemasan sedang pada kelompok yang gagal dalam ujian (6,7% dan 93,3%). Hal ini menujukkan bahwa kecemasan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil ujian.Â
Cite
CITATION STYLE
Thinagar, M., & Westa, W. (2017). Tingkat Kecemasan Antara Mahasiswa Kedokteran dari Universitas Udayana dan Implikasinya Pada Hasil Ujian. Intisari Sains Medis, 8(3), 181–183. https://doi.org/10.15562/ism.v8i3.122
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.