Abstract
Studi ini mengevaluasi efek dari penambahan polimer Ethylene-Vinyl Acetate (EVA) kepada ketahanan campuran aspal hangat terhadap rendaman air (moisture damage). Pengujian Semi-Circular Bending (SCB) menggunakan sampel yang dibuat berdasarkan standar Bina Marga 2018 dengan modifikasi oleh penambahan EVA sebesar 4% - 6% dari berat bitumen. Sampel yang dibuat dibagi dalam dua grup, dimana kelompok pertama direndam selama 24 jam pada suhu 60oC berdasarkan ASTM D1975-11, sementara kelompok kedua didiamkan pada suhu ruang. Kedua grup ini kemudian melalui pengujian SCB berdasarkan standar ASTM D8044 – 16 dan NEN-EN 12697-44. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan kuat tarik, energi fraktur, flexibility index (FI), dan crack resistance index (CRI) sebesar 5 – 34% maksimum pada kondisi sampel kering yang dihasilkan dari penggunaan fiber dengan dosis 0.3%. Sementara itu, spesimen modifikasi fiber yang melalui simulasi perendaman air menunjukkan kenaikan kapasitas deformasi (FI dan Jc) hingga mencapai 1 - 45% dibandingkan sampel kontrol. Hanya saja, penambahan 0.5% fiber menghasilkan rasio kuat tarik basah / kering terbesar mencapai 123%, sedangkan penambahan 0.3% menghasilkan rasio FI terbesar mencapai 120%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan fiber selulosa menghasilkan dampak positif dengan variasi efek, dengan penambahan 0.3% menghasilkan kekuatan dan ketahanan terbesar pada kondisi kering, sedangkan penambahan dengan kadar 0.5% menghasilkan peningkatan kekuatan dan ketahanan terhadap retak yang terbaik dalam kondisi basah.
Cite
CITATION STYLE
Jack Widjajakusuma, Christian Gerald Daniel, & Darren Ivan Tenardy. (2024). KAJIAN MOISTURE SENSITIVITY CAMPURAN ASPAL HANGAT DENGAN BAHAN TAMBAH POLIMER ETHYLENE-VINYL ACETATE (EVA). Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(4). https://doi.org/10.62603/konteks.v1i4.81
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.