TRADISI MANDI BALIMAU Menengok Kembali Nilai Pendidikan Agama Islam pada Tradisi di Riau

  • Mawarti S
N/ACitations
Citations of this article
96Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini memotret salah satu tradisi di daerah Riau, yaitu tradisi mandi balimau kasai potang mogang. Tradisi yang diselenggarakan pada saat menjelang bulan Ramadan ini, memiliki pesan moral yang cukup menarik untuk dieksplorasi dengan pendekatan pendidikan. Mandi balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk serta wewangian, kasai adalah salah satu bahan yang dicampurkan didalam air pemandian yang terbuat dari campuran beras, kunyit, daun serai dan daun jeruk purut. Sedangkan potang mogang adalah menjelang petang. Rangkaian acara yang dilakukan antara lain bersih-bersih makam dan ziarah bersama. Secara edukatif, tradisi mandi balimau kasai potang mogang ini memiliki makna; Pertama, sebagai symbol membersihkan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan; Kedua, symbol saling memaafkan dengan berkumpul dan bersilaturahim bersama masyarakat, teman, keluarga dan sebagainya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mawarti, S. (2021). TRADISI MANDI BALIMAU Menengok Kembali Nilai Pendidikan Agama Islam pada Tradisi di Riau. Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 17(1), 1. https://doi.org/10.24014/nusantara.v17i1.13805

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free