Abstract
Artikel ini memotret salah satu tradisi di daerah Riau, yaitu tradisi mandi balimau kasai potang mogang. Tradisi yang diselenggarakan pada saat menjelang bulan Ramadan ini, memiliki pesan moral yang cukup menarik untuk dieksplorasi dengan pendekatan pendidikan. Mandi balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk serta wewangian, kasai adalah salah satu bahan yang dicampurkan didalam air pemandian yang terbuat dari campuran beras, kunyit, daun serai dan daun jeruk purut. Sedangkan potang mogang adalah menjelang petang. Rangkaian acara yang dilakukan antara lain bersih-bersih makam dan ziarah bersama. Secara edukatif, tradisi mandi balimau kasai potang mogang ini memiliki makna; Pertama, sebagai symbol membersihkan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan; Kedua, symbol saling memaafkan dengan berkumpul dan bersilaturahim bersama masyarakat, teman, keluarga dan sebagainya.
Cite
CITATION STYLE
Mawarti, S. (2021). TRADISI MANDI BALIMAU Menengok Kembali Nilai Pendidikan Agama Islam pada Tradisi di Riau. Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 17(1), 1. https://doi.org/10.24014/nusantara.v17i1.13805
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.