Pengaruh Dosis Pupuk N dan Konsentrasi PGPR pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Lahan Kering

  • Tarigan S
  • Suminarti N
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman hortikultura yang dikenal dengan sebutan akar bit karena umbi bit merupakan hasil modifikasi akar tunggang yang berbentuk gasing (napiformis) yang berakar besar membulat pada pangkalnya (Hasnuidah dan Wiono, 2019). Umbi bit merah ini mulai diminati masyarakat, walaupun permintaannya belum menunjukkan peningkatan secara signifikan karena belum terdapat perhitungan produksi total secara nasional. Tingginya minat masyarakat terhadap umbi bit merah sangat terkait dengan cukup kompleksnya kandungan vitamin, mineral, maupun gizi yang terdapat di dalam umbi bit tersebut, yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami yang aman. Tanaman bit merah umumnya ditanam di wilayah dataran tinggi, tetapi ada pula tanaman bit yang mampu beradaptasi dengan baik bila ditanam di wilayah dataran rendah khususnya di lahan kering seperti pada varietas Ayumi. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pengembangan tanaman bit di lahan kering diantaranya yaitu rendahnya tingkat ketersediaan air dan rendahnya tingkat ketersediaan N bagi tanaman. Oleh karena itu agar tanaman bit mampu tumbuh dan berproduksi secara normal, maka aplikasi pupuk N (urea) sangat diperlukan. Namun, jika aplikasi pupuk anorganik dilakukan secara terus menerus pada setiap awal kegiatan budidaya memberi dampak yang kurang baik untuk kesehatan tanah, tanah menjadi padat dan bersifat masam, dan tanah menjadi jenuh terhadap N. Oleh karena itu untuk mengendalikan dampak tersebut, maka aplikasi PGPR perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk N dan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah di lahan kering serta menentukan dosis pupuk N dan konsentrasi PGPR yang tepat sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah yang paling optimum. Hipotesis dari penelitian adalah pemberian nitrogen pada dosis yang berbeda diperlukan berbagai konsentrasi PGPR yang berbeda untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah yang optimum yang ditanam di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021 sampai dengan bulan Juni 2021 di Agrotechnopark Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, meteran, cetok, cutter, penggaris, tali rafia, gembor, timbangan analitik, Leaf Area Meter (LAM), oven, mortal, alphaboard, kamera da…

Cite

CITATION STYLE

APA

Tarigan, S. N. B., & Suminarti, N. E. (2022). Pengaruh Dosis Pupuk N dan Konsentrasi PGPR pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Lahan Kering. Produksi Tanaman, 010(09), 492–498. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2022.010.09.04

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free