Abstract
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) dan ditularkan antara hewan dan manusia (zoonosis). Salah satu metode dalam mendeteksi virus ini dengan melakukan Swab Test COVID-19. WHO merekomendasikan metode Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Antibody dan antigen yang merupakan metode pencegahan penyebaran dan mendeteksi dini COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan fokus masalah penelitian mengenai fenomenologi persepsi masyarakat terhadap pentingnya swab dalam mendiagnosis COVID-19 di Kecamatan Medan Sunggal. Informan pada penelitian ini terdiri dari 20 informan dimana terdapat 4 kelompok 1 yaitu informan dengan masyarakat yang memiliki gejala melakukan swab, kelompok 2 masyarakat yang memiliki gejala tidak melakukan swab, kelompok 3 masyarakat yang tidak memiliki gejala melakukan swab, dan kelompok 4 masyarakat yang tidak memiliki gejala tidak melakukan swab. Teknik pengumpulan data dengan Focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Pengambilan hasil didapatkan dari jawaban yang mewakili dari masing-masing informan. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 80% informan mengetahui COVID-19, mayoritas masyarakat Kecamatan Medan Sunggal mengetahui Gejala COVID-19, mayoritas masyarakat kecamatan Medan Sunggal mengetahui Swab Test dan Jenis Swab Test COVID-19, mayoritas informan mengetahui hasil swab test COVID-19.
Cite
CITATION STYLE
Sari, W. F., Nababan, D., Sinaga, J., Ginting, D., & Tarigan, F. (2022). STUDI FENOMENOLOGI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA SWAB UNTUK MENDIAGNOSIS COVID-19 DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 9(3). https://doi.org/10.33024/jikk.v9i3.7955
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.