Abstract
Jumlah penderita DBD di kabupaten Sragen beberapa tahun terakhir terus meningkat yang kemudian diperparah dengan perubahan musim. Kurangnya kesadaran masyarakat pada permasalahan DBD ini disebabkan ketidakpedulian dan ketidaktahuan masyarakat pada bahaya DBD dan penyebarannya. Berdasarkan penelitian yang telah ada, pola persebaran DBD juga dipengaruhi oleh factor lingkungan seperti pola pergerakan penduduk yang dipengaruhi oleh seberapa baik sistem dan sarana transportasi yang ada. Berdasarkan fakta ini, penulis berusaha menerapkan beberapa metode peramalan jumlah penderita DBD untuk melihat adakah pengaruh yang nyata antara seberapa baik system transportasi dengan jumlah penderita DBD dan meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat dan mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan data penyebaran penderita DBD di Kabupaten Sragen pada periode-periode yang dibutuhkan. Model-model yang digunakan pada penelitian adalah model ARIMA, Backpropagation, dan Estimasi Titik. Proses prediksi dilakukan dengan membagi proses peramalan menjadi dua berdasarkan dataset yang digunakan yaitu dataset mulai tahun 2013 sampai tahun 2106 untuk data yang masih lengkap dan dataset mulai tahun 2010 sampai tahun 2016 untuk dataset yang tidak lengkap karena data yang hilang atau data yang rusak. Data-data yang digunakan sebagai dataset adalah data-data yang diambil dari data jumlah penderita di kabupaten Sragen. Proses peramalan pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan proses peramalan dengan metode ARIMA dan LSTM pada dua dataset yang telah dipersiapkan.
Cite
CITATION STYLE
Setiawan, H., Utami, E., & Al Fatta, H. (2020). Penerapan Arima Dan Artificial Neural Network Untuk Prediksi Penderita DBD Di Kabupaten Sragen. Majalah Ilmiah Bahari Jogja, 18(2), 64–78. https://doi.org/10.33489/mibj.v18i2.220
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.