Abstract
Era Society 5.0 ditandai dengan integrasi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data ke dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dalam dunia pendidikan, transformasi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang untuk menggabungkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai humanis, terutama dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, insaniyah, dan wathaniyah dapat diperkuat melalui pendidikan multikultural berbasis teknologi di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dengan menganalisis literatur ilmiah dan sumber-sumber terpercaya tentang teknologi, pendidikan multikultural, dan nilai-nilai ukhuwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi seperti Virtual Reality (VR), platform pembelajaran online, dan media sosial dapat menciptakan pengalaman belajar lintas budaya yang interaktif dan kolaboratif. Teknologi ini tidak hanya menumbuhkan toleransi dan solidaritas, tetapi juga membantu siswa memahami dan menghargai keragaman budaya. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital, literasi digital yang rendah, dan risiko homogenisasi budaya harus diatasi melalui strategi yang komprehensif. Hal ini termasuk mengembangkan kurikulum multikultural, memberikan pelatihan guru, dan meningkatkan literasi digital. Artikel ini memberikan wawasan baru bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, relevan, dan beretika di era Society 5.0
Cite
CITATION STYLE
Ilham, M. F. (2025). MENGUATKAN UKHUWAH DI ERA SOCIETY 5.0: INOVASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS TEKNOLOGI. TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 15(2), 41–52. https://doi.org/10.36815/tarbiya.v15i2.3792
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.