Landasan Filosofis Dan Analisis Terhadap Kebijakan Merdeka Belajar Dan Kampus Merdeka

  • Muslikh
N/ACitations
Citations of this article
473Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kebijakan Merdeka Balajar dan Kampus Merdeka oleh Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia merupakan langkah inovatif yang patut diapresiasi dalam upaya meningkatkan SDM berkualitas dan siap memasuki dunia kerja. Dalam kebijakannya, mahasiswa diberi kebebasan : (1) Dapat mengambil 40 SKS (2 semester) di luar perguruan tinggi; (2) Dapat mengambil 20 SKS (satu semester) di Prodi yang berbeda di perguruan tinggi  yang sama. Secara ideal agar kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka dalam dilaksanakan dengan baik, maka diperlukan suatu landasan filosofis beserta analisisnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kepustakaan  (library research). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang hakekat makna belajar; menjelaskan peran status mahasiswa dan kampus dalam menjalankan tugas tri darmanya; Menjelaskan landasan filosofis dan konsepsional pelaksanaan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka; dan Menganalisis semua unsur-unsurnya, sehingga perguruan tinggi sebagai institusi pencetak SDM dapat melaksanakan kebijakan tersebut dengan baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muslikh. (2020). Landasan Filosofis Dan Analisis Terhadap Kebijakan Merdeka Belajar Dan Kampus Merdeka. Jurnal Syntax Transformation, 1(3), 40–46. https://doi.org/10.46799/jst.v1i3.29

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free