Konstruksi Identitas Masyarakat Dayak Melalui Budaya Baroah Dalam Membangun Citra Desa Sompak di Kabupaten Landak

  • Desinta S
  • Darmastuti R
N/ACitations
Citations of this article
59Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu kekayaan budaya Indonesia adalah budaya Baroah yang dimiliki oleh suku Dayak Kanayatn khususnya, khususnya di desa Sompak. Ucapan syukur dan penghormatan kepada sang Maha Pencipta merupakan ekspresi dari budaya Baroah yang dilakukan secara turun menurun. Ekspresi dari setiap budaya, mengkonstruksi identitas suatu masyarakat yang mempengaruhi persepsi orang lain terhadap masyarakat dan daerah dimana mereka berada, dan berdampak pada citra daerah tersebut. Berdasarkan pemikiran ini, yang menjadi tujuan dari tulisan ini adalah mengkonstruksi identitas diri masyarakat desa Sompak melalui budaya Baroah, sebagai strategi membangun citra kabupaten Landak. Tulisan ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Etnografi, serta wawancara mendalam dan observasi kepada ketua dewan adat dayak kecamatan Sompak, ketua dewan adat desa Sompak dan ketua petani desa Sompak. Hasil dari penelitian ini adalah a). Budaya Baroah adalah ucapan syukur kepada Jubata atas hasil panen padi, kesehatan dan terhindar dari bencana serta didalamnya ada suatu ritual Nyangahatn yang mengandung doa-doa dan mengajarkan kita harus menghormati adat, tradisi dan terutama Jubata, karena semua yang dimiliki manusia berasal dari Tuhan. b). Identitas Masyarakat desa Sompak membentuk citra sebagai masyarakat yang berpegang teguh pada adat istiadat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Desinta, S. G., & Darmastuti, R. (2019). Konstruksi Identitas Masyarakat Dayak Melalui Budaya Baroah Dalam Membangun Citra Desa Sompak di Kabupaten Landak. Avant Garde, 7(2), 218. https://doi.org/10.36080/ag.v7i2.927

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free