Abstract
Keterbatasan sumber energi khususnya sumber energi tak terbarukan (Unrenewable Energy) atau krisis energi dunia serta timbulnya permasalahan lingkungan akibat penggunaan energi dalam bangunan merupakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh sektor bangunan. Oleh karena itu, efesiensi energi dalam bangunan menjadi suatu keharusan. Sistem bangunan pintar dapat membuat bangunan menggunakan energi lebih sedikit jika di bandingkan dengan bangunan yang tidak memakai sistem ini. Sistem bangunan pintar merupakan paduan harmonis antara otomasi, komunikasi, dan perencanaan lingkungan agar tercipta bangunan yang benar-benar baik. Tulisan ini mendeskripsikan dua bangunan yang menggunakan sistem bangunan pintar. Variabel yang di deskripsikan adalah aspek energi, pencahayaan, monitoring, isi daya mobil listrik, penggunaan air, dan pengaturan udara. Melalui pendeskripsian, dapat diketahui bagaimana implementasi dari variabel di atas kedalam bentuk desain bangunan. Semua solusi desain dan sistem yang di gunakan, untuk satu tujuan, yaitu efesiensi energi.
Cite
CITATION STYLE
Hendrananta, M., & Rizalsyah Thahir, A. (2019). PENGGUNAAN SISTEM BANGUNAN PINTAR DI “THE EDGE” AMSTERDAM DAN “GLUMAC” SHANGHAI. Prosiding Seminar Intelektual Muda, 1(2). https://doi.org/10.25105/psia.v1i2.6596
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.