Identitas dan Perlawanan Seorang Buronan dalam Konflik Aceh: Menjelajahi Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur

  • Fajar Y
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berbagai persoalan dalam sejarah Aceh bersemayam dalam dunia kreatif novelis Arafat Nur, termasuk novel Surga Tanah Merah, yang lebih membuka mata pembaca pada konflik yang terjadi antar sesama orang Aceh di era sekarang. Dalam makalah ini, saya menguraikan bagaimana Arafat Nur menghadirkan identitas hibrid yang ambigu melalui sosok Murad, seorang pahlawan yang sekaligus buronan. Di satu sisi, Murad adalah seseorang yang dirayakan sebagai pahlawan karena dianggap memperjuangkan kemerdekaan Aceh dari penjajahan pemerintah pusat Indonesia. Namun, dalam narasi novel, Murad sudah menjadi buronan dari pemerintah pusat dan orang-orang Aceh yang ingin menghabisinya. Memori masa lalu ini berdialektika dengan kondisi Murad saat ini, menghasilkan keterasingan yang mengkonstruksi identitas Murad. Dengan narasi seperti ini, Surga Tanah Merah menyodorkan kritik bagi Aceh yang disertai harapan akan kesejarahteraan dan kedamaian.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fajar, Y. (2018). Identitas dan Perlawanan Seorang Buronan dalam Konflik Aceh: Menjelajahi Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur. KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, Dan Sastra), 2(01), 29–40. https://doi.org/10.33479/klausa.v2i01.145

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free