The Concept of Political Ethics in Islam (Perspective of Hadith from Sahih Bukhari and Sahih Muslim)

  • Maulida F
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Etika sangat diperlukan dalam hal apapun termasuk dalam politik. Namun pada kenyataannya politik pada masa sekarang ini masih terdapat kurangnya etika dalam berpolitik dan tidak sesuai dengan tuntutan Al-Qur’an maupun hadis. Artikel ini membahas tentang etika politik dalam Islam perspektif Hadis dengan merujuk pada Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Metode yang dilakukan dalam artikel ini yaitu library research dan menggunakan data-data kualitatif dengan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat tujuh etika politik bagi pemimpin dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim (1) larangan meminta jabatan; (2) larangan mempersulit rakyat; (3) kewajiban bersikap adil dalam hukum; (4) larangan bertindak sewenang-wenang; (5) larangan melakukan tindakan dzalim atau aniaya; (6) larangan melakukan perbuatan penyelewengan atau korup (ghulul), (7) pemimpin harus bisa menerima kritik dan masukan. Sedangkan etika politik bagi rakyatnya yaitu rakyat wajib patuh kepada pemimipin, selama pemimpin tersebut dalam pelaksanaanya tetap memegang teguh pada al-Qur’an maupun hadis dan larangan menerima suap.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maulida, F. (2023). The Concept of Political Ethics in Islam (Perspective of Hadith from Sahih Bukhari and Sahih Muslim). Aqwal: Journal of Qur’an and Hadis Studies, 4(2), 198–212. https://doi.org/10.28918/aqwal.v4i2.1901

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free