MASYARAKAT ADAT JAWA BARAT SEBAGAI BENTENG TERAKHIR KETAHANAN PANGAN

  • Nenih N
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Setiap masyarakat adat atau suku memiliki tata cara makan yang berbeda berdasarkan kebiasaan yang dianut. Ketahanan pangan berkaitan dengan kondisi suatu negara untuk menjadi bergizi penuh. Tercermin dalam ketersediaan pangan yang cukup dengan individu, baik kuantitas dan kualitas, keamanan, variasi, nilai gizi, keadilan, keterjangkauan konsisten dengan agama, kepercayaan, dan budaya masyarakat dalam menjalani hidup yang sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Kegiatan mengenai Masyarakat Adat Sebagai Benteng Terakhir Ketahanan Pangan dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat adat Jawa Barat dalam menghadapi cuaca ekstrim, musim pancaroba, fenomena alam La-Nina serta banjir. Selain memberikan edukasi cara menghadapi cuaca / musim, diberikan pula edukasi program ketahanan pangan bagi masyarakat adat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nenih, N. (2022). MASYARAKAT ADAT JAWA BARAT SEBAGAI BENTENG TERAKHIR KETAHANAN PANGAN. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 1(1), 24–33. https://doi.org/10.54099/jpma.v1i1.83

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free