Abstract
Logam nikel dan kobalt dalam batuan saprolit berada dalam jumlah runut. Studi analisis logam runut nikel dan kobalt dalam batuan tersebut telah dilakukan dengan metoda ekstraksi dan pengendapan. Juga dipelajari pengaruh logam besi dalam jumlah mayor terhadap analisis kedua logam tersebut. Analisis dilakukan dengan SSA. Ekstraksi Ni dan Co menggunakan DMG dengan pelarut PE memberikan hasil lebih sedikit dibandingkan dengan pelarut kloroform, sedangkan metoda pengendapan dengan pengujian SSA memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada dengan ekstraksi pelarut kloroform. Analisis Ni dengan cara gravimetri sebanyak 10,426%. Hasil tersebut lebih besar karena efek kopresipitasi. Data KD menunjukkan bahwa analisis runut Ni akan lebih baik kalau sampel saprolit tersebut diekstraksi dalam pelarut kloroform, karena besi tidak banyak terekstraksi dibandingkan dengan pelarut PE. Untuk analisis runut Co akan lebih baik kalau diekstraksi dalam pelarut PE dan yang dianalisis sisa ekstraksnya, karena kobalt sebagian besar berada pada sisa ekstraks dan jumlah besi sangat sedikit, sehingga gangguan besi dapat dihilangkan.
Cite
CITATION STYLE
Gunawan, G., & Aloysius, M. T. M. (2002). Studi Analisis Logam Runut Nikel dan Kobalt dalam Batuan Saprolit dengan Metoda Ekstraksi dan Pengendapan. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 5(1), 4–7. https://doi.org/10.14710/jksa.5.1.4-7
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.