Abstract
Peningkatan dampak kerusakan pada lingkungan dari pembuatan bahan bangunan seperti semen Portland menjadikan dorongan besar pada beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pemanfaatan limbah. Maka dibutuhkan bahan pengikat yang menggantikan semen. Beton Geopolimer merupakan beton yang 100% menggantikan semen dengan limbah yang berasal dari pembakaran batu bara PLTU yaitu fly ash. Namun, beton geopolimer mengalami waktu pengikatan beton jauh lebih cepat dibandingkan beton biasa. Natrium hidroksida dan natrium silikat sebagai alkali yang digunakan untuk pembuatan beton geopolimer. Konsentrasi molaritas natrium hidroksida yang dipakai yaitu 10M. Perbandingan alkali natrium hidroksida dengan natrium silikat adalah 1:1,5. Pada penelitian ini zat additive yang digunakan merupakan tipe retarder Plastiment HE P121R dari PT. Sika Indonesia sebanyak 0%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat fly ash. Pengujian yang dilakukan pada beton segar adalah pengujian slump dan waktu ikat beton. Hasil yang didapat dengan menggunakan fly ash tipe C pada penelitian ini dapat dilihat bahwa penambahan zat additive retarder Sika Plastiment HE P12R dapat meningkatkan nilai slump dan waktu ikat beton geopolimer untuk fly ash tipe C.
Cite
CITATION STYLE
Asyhadi, M. (2019). PENGARUH PERSENTASE RETARDER TERHADAP WAKTU IKAT BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH TIPE C. Prosiding Seminar Intelektual Muda, 1(2). https://doi.org/10.25105/psia.v1i2.6606
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.