Abstract
Perkembangan era digital menjadikan teknologi informasi (TI) sebagai komponen krusial dalam operasional organisasi, termasuk di sektor pemerintahan. Lembaga legislatif sebagai penyelenggara negara sangat bergantung pada sistem TI untuk mendukung kegiatan administratif, komunikasi, dan pengelolaan data. Namun, ketergantungan ini berpo-tensi menimbulkan risiko seperti ancaman keamanan siber, kehilangan data, dan ketidakpatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen risiko TI pada suatu lembaga pemerintah menggunakan framework COBIT 2019, dengan fokus pa-da domain APO12 (Managed Risk). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Analisis dilakukan berdasarkan tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko sesuai kerangka kerja COBIT 2019. Hasil penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi kerentanan sistem TI, menilai tingkat kepatuhan terhadap standar tata kelola TI, serta merumuskan rek-omendasi peningkatan manajemen risiko. Secara praktis, temuan penelitian memberikan manfaat dalam pengoptimalan tata kelola TI dan pencapaian kepatuhan terhadap standar global. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi referensi bagi organisasi sejenis dalam menerapkan framework COBIT 2019 untuk pengelolaan risiko TI yang lebih efektif. Perkembangan era digital menjadikan teknologi informasi (TI) sebagai komponen krusial dalam operasional organisasi,termasuk di sektor pemerintahan. Lembaga legislatif sebagai penyelenggara negara sangat bergantung pada sistem TI untukmendukung kegiatan administratif, komunikasi, dan pengelolaan data. Namun, ketergantungan ini berpo-tensi menimbulkanrisiko seperti ancaman keamanan siber, kehilangan data, dan ketidakpatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi manajemen risiko TI pada suatu lembaga pemerintah menggunakan framework COBIT 2019, dengan fokus pada domain APO12 (Managed Risk). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Analisis dilakukan berdasarkan tahapanidentifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko sesuai kerangka kerja COBIT 2019. Hasil penelitian diharapkan dapatmengidentifikasi kerentanan sistem TI, menilai tingkat kepatuhan terhadap standar tata kelola TI, serta merumuskan rekomendasi peningkatan manajemen risiko. Secara praktis, temuan penelitian memberikan manfaat dalam pengoptimalan tatakelola TI dan pencapaian kepatuhan terhadap standar global. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi referensi bagi organisasisejenis dalam menerapkan framework COBIT 2019 untuk pengelolaan risiko TI yang lebih efektif.
Cite
CITATION STYLE
Abbas, F. M. A., & Alva Hendi Muhammad. (2025). Evaluasi Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan Framework COBIT 2019. JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science), 9(3), 125–134. https://doi.org/10.31328/jointecs.v9i3.7233
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.