BUDAYA MASYARAKAT BESEMAH DALAM CERITA RAKYAT KISAH TIGA DEWA PENDIRI JAGAT BESEMAH KARYA DIAN SUSILASTRI (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA)

  • Juherni M
  • Wardiah D
  • Fitriani Y
N/ACitations
Citations of this article
66Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur, wujud kebudayaan dan unsur-unsur kebudayaan cerita rakyat. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah buku cerita rakyat Kisah Tiga Dewa Pendiri Jagat Besemah Karya Dian Susilastri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis isi. Berdasarkan analisis data ditemukan adanya struktur pembangun cerita rakyat berupa tokoh/penokohan yaitu adanya tokoh Dewa Gumay, Dewa Semidang, Dewa Atung Bungsu, hantu masumai dan Panglima Lim dengan watak sabar, baik, arif, bijaksana, mengalah, suka menolong, tegas, serakah, santun dan egois. Mempunyai alur maju dengan suasana yang mencekam terjadi pada pagi, siang dan malam hari. Ditemukan wujud kebudayaan seperti peraturan, aktivitas masyarakat yang berpola dan hasil karya yang diciptakan manusia. Dalam unsur-unsur kebudayaan ditemukan enam data yaitu sistem religi, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem pencaharian hidup dan bahasa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Juherni, M., Wardiah, D., & Fitriani, Y. (2021). BUDAYA MASYARAKAT BESEMAH DALAM CERITA RAKYAT KISAH TIGA DEWA PENDIRI JAGAT BESEMAH KARYA DIAN SUSILASTRI (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA). KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(1), 98–120. https://doi.org/10.24176/kredo.v5i1.5721

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free