Abstract
Penelitian ini menganalisis makna tradisi sisingaan dalam upacara adat Panganten Sunat di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, dengan menggunakan teori ritual Victor Turner. Tradisi sisingaan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol transisi sosial, di mana individu yang menjalani sunat mengalami perubahan status dari anak-anak menjadi dewasa. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bahwa konsep liminalitas dalam teori Turner terlihat jelas dalam ritual ini, di mana individu berada dalam fase preservasi dengan perubahan peran dan identitas sosial. Selain itu, tradisi ini menciptakan komunitas egaliter atau rasa kebersamaan di antara orang-orang yang terlibat, memperkuat solidaritas dan kohesi sosial. Melalui simbol-simbol seperti singa, musik, dan prosesi, ritual sisingaan menjadi sarana penting untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan membangun identitas kolektif masyarakat Cibiru. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi sisingaan memiliki makna yang dalam sebagai mekanisme sosial dan budaya yang tidak hanya memperkuat struktur masyarakat tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kepada generasi muda.
Cite
CITATION STYLE
Murtadho, D., Huriani, Y., & Albustomi, A. G. (2025). Memaknai Tradisi Sisingaan pada Upacara Adat Panganten Sunat di Kecamatan Cibiru Kota Bandung: Analisis Teori Ritual Victor Turner. Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies, 4(1), 29–38. https://doi.org/10.59029/int.v4i1.44
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.