Abstract
Sejak Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas pada 2019 lalu, ada banyak industri kreatif yang juga berkembang di sana. Salah satu industri kreatif yang berkembang adalah kain tenun songke. Industri kreatif bidang kriya ini dianggap memberikan pengaruh positif pada sektor lapangan kerja, kesejahteraan ekonomi, dan bisnis. Ironisnya, walaupun berpotensi berkontribusi terhadap kesejahteraan (ekonomi), kreativitas menenun masih digandrungi oleh perajin dari kalangan usia tertentu (kisaran umur 35-60 thn). Anak-anak muda produktif (generasi Y) seakan kurang berminat pada kreativitas menenun ini. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kualitatif-analitis alasan di balik minimnya minat kaum muda dalam industri kreatif menenun. Hasil penelitian analitis ini menunjukkan bahwa pola produksi yang masih tradisional, pola kerja informal, dan kuatnya budaya patriarki menjadi dasar bagi kaum muda Manggarai untuk tidak terlibat dalam industri kreatif menenun.
Cite
CITATION STYLE
Haryatno, Y. R. (2023). Kaum Muda dan Industri Kreatif Kriya Tenun “Songke” Manggarai-Flores, NTT. Jurnal Kewirausahaan Bukit Pengharapan, 3(1), 22–29. https://doi.org/10.61696/juwira.v3i1.84
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.