Abstract
Pemetaan tingkat ancaman longsor merupakan salah satu kegiatan yang penting manajemen risiko bencana longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan tingkat ancaman longsor pada Distrik Ransiki. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yaitu dari bulan Mei hingga bulan November 2021 di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Metode. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Litologi, Struktur Geologi, Curah Hujan, tata Guna Lahan, dan Kemiringan Lereng. Metode yang digunakan yaitu metode tumpeng susun dimana untuk pembobotan parameter menggunakan Metode analytical hierarchy process (AHP). AHP ini digunakan untuk penentuan bobot dari setiap kelas parameter dan parameter bencana longsor. Pemetaan tingkat ancaman longsor dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.1. Hasil Peneltiannya yaitu terdapat 3 tingkat ancaman bencana longsor di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. Tingkat Ancaman rendah memiliki luasan 6.792,06 Hektar atau 37,52% dari total luasan Distrik Ransiki. Tingkat Ancaman Sedang seluas 6.741,33 Hektar atau 37,24% dari total luas wilayah Distrik Ransiki. Tingkat Ancaman Tinggi sebesar 4.567,85 Hektar atau Sekitar 25,24% dari total luas wilayah Distrik Ransiki. Saran dari penelitian ini adalah pada daerah dengan tingkat ancaman sedang dan tinggi dapat dilakukan penelitian lebih lanjut guna meminimalisir dampak dan kerugian yang akan disebabkan oleh longsor.
Cite
CITATION STYLE
Alzair, N., & Mayzarah, E. M. (2023). ANALISIS TINGKAT ANCAMAN LONGSOR DI DISTRIK RANSIKI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN. Jurnal Spatial Wahana Komunikasi Dan Informasi Geografi, 24(1), 1–9. https://doi.org/10.21009/spatial.241.01
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.