Abstract
Kenjeran merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kota Surabaya. Mayoritas mata pencaharian dari penduduk lokal yaitu sebagai pelaku UMKM makanan dan minuman. Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan yang dibutuhkan suatu analisa untuk mengidentifikasi bahaya yang ada selama proses pembuatan produk makanan atau minuman serta memberikan rekomendasi untuk mengambangkan sistem keamaan pangan yaitu melalui sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). Ada 7 prinsip utama yang ada ada sistem HACCP yang terdiri dari 24 pertanyaan dibagikan kepada pelaku UMKM di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Dilakukan uji validasi dan uji reliabilitas pada tiap butir pertanyaan menggunakan metode Cronbach’s alpa. Berdasarkan hasil dari analisis statisika deskriptif menggunakan metode mean (rata-rata) dan modus dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai yang dihasilkan pada analisis lebih mendominasi angka 3 serta nilai rata-rata tertinggi terdapat pada prinsip ke 6 dengan rata-rata sebesar 3,16. Dari nilai rata-rata tersebut dapat diartikan bahwa tingkat pemahaman pelaku UMKM pada Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya cukup paham atau cukup sering dalam melakukan pengecekan dan kebersihan terhadap bahan baku, proses produksi serta pekerja yang ada di lingkungan produksi. Adapun beberapa prinsip yang memiliki nilai rata-rata rendah yaitu prinsip 1 sebesar 2,87 dan prinsip 5 sebesar 2,89 artinya dapat dikatakan bahwa tingkat pemahaman pelaku UMKM Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya terbilang kurang paham. Perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pelatihan serta penyuluhan mengenai sistem HACCP yang harus diikuti oleh semua pelaku UMKM baik dari Kecamatan Kenjeran atau Kecamatan lain yang ada di Kota Surabaya serta meningkatkan regulasi pemerintah mengenai peningkatan sumber daya untuk menyiapkan pelaku UMKM yang lebih siap.Kenjeran is one of the sub-districts in the city of Surabaya. The majority of local residents' livelihoods are as food and beverage SME. To maintain food quality and safety, an analysis is needed to identify the dangers that exist during the process of making food or beverage products and provide recommendations for developing a food safety system, namely through the HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) system. There are 7 main principles that exist in the HACCP system which consists of 24 questions distributed to MSME actors in Kenjeran District, Surabaya City. Validation and reliability tests were carried out on each question item using the Cronbach's alpha method. Based on the results of descriptive statistical analysis using the mean (average) and mode methods, it can be concluded that the value produced in the analysis dominates number 3 and the highest average value is found in principle 6 with an average of 3.16. From this average value, it can be interpreted that the level of understanding of MSME actors in Kenjeran District, Surabaya City is quite understanding or often enough in checking and cleaning raw materials, production processes and workers in the production environment. There are several principles that have a low average value, namely principle 1 of 2.87 and principle 5 of 2.89, meaning that it can be said that the level of understanding of SME actors in Kenjeran District, Surabaya City is somewhat lacking. Improvements that can be made are by conducting training and counseling regarding the HACCP system which must be followed by all SME actors, whether from Kenjeran District or other sub-districts in the city of Surabaya, as well as increasing government regulations regarding increasing resources to prepare SME actors who are better prepared.
Cite
CITATION STYLE
Saputro, A. R., Adiaksa, F. T., & Putra, A. C. (2023). Tingkat Pemahaman 7 Prinsip HACCP pada Pelaku UMK Makanan dan Minuman Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology, 2(2), 34–42. https://doi.org/10.30651/mine-tech.v2i2.23598
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.