Abstract
Pada pelaksanaan proyek konstruksi perlu dilakukan beberapa tahapan sebelum kegiatan utama dilaksanakan. Kegiatan konstruksi dimulai dari survei kelayakan di lokasi, desain, penganggaran, pelaksanaan konstruksi, dan evaluasi. Agar dapat menjalankan seluruh kegiatan, kontraktor perlu menerapkan manajemen konstruksi agar dapat memastikan pekerjaan berjalan dengan minim hambatan dan mencapai keberhasilan. Tahapan penting pada kegiatan konstruksi adalah penganggaran biaya. Penganggaran tersusun berdasarkan asas efektivitas hasil dan efesiensi biaya. Beberapa kontraktor selalu melewati tahapan ini karena memiliki pengalaman atau melaksanakan kegiatan konstruksi kecil. Akibatnya kegiatan konstruksi berhenti sementara bahkan tidak dapat dilanjutkan. Studi ini bertujuan menetapkan manajemen anggaran untuk melakukan perhitungan biaya pada kegiatan pembangunan perumahan. Studi dilakukan di salah satu proyek konstruksi di Alana Regency Cerme, Kecamatan Cerme, Gresik. Berdasarkan perhitungan dari penganggaran diperoleh penetapan biaya dengan nilai diperkirakan Rp. 222,287,554.55. Pada pelaksanaan konstruksi diperoleh biaya total Rp. 206,632,729.55. Ini menunjukkan adanya perolehan laba dengan nilai Rp. 15,654,825.00.
Cite
CITATION STYLE
Mohammad Djaelani, Arif Rachman Putra, Didit Darmawan, Utami Puji Lestari, & Eli Retnowati. (2022). PERENCANAAN BIAYA MENGGUNAKAN PERHITUNGAN BIAYA RIIL PADA PROYEK PERUMAHAN. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 11(2), 207–213. https://doi.org/10.22225/pd.11.2.5363.207-213
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.