Abstract
Gingivectomy adalah perawatan kelainan pada pembesaran gingiva dengan melakukan pemotongan gusi atau gingiva yang mengalami pembesaran. Pemotongan gingiva yang dilakukan menggunakan pisau bedah konvensional seringkali membuat pasien banyak mengeluarkan darah. Electrosurgery adalah alat bedah listrik dengan kemampuan menutup pembuluh darah yang terbuka di sekitar luka sehingga perdarahan saat pembedahan dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberhasilan penyembuhan setelah gingivectomy menggunakan electrosurgery dibandingkan dengan pisau bedah konvensional. Penelitian ini adalah eksperimen klinik pada 16 pasien yang terbagi dalam 2 grup. Grup 1 dilakukan gingivectomy dengan pisau bedah, grup 2 dengan electrosurgery. Pengamatan dilakukan pada hari ke 1, ke 3 dan hari ke 7 setelah gingivectomy terhadap penyembuhan luka dan keluhan pasien. Analisa statistik menggunakan uji beda untuk 2 sampel bebas. (p < 0.05). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan penyembuhan luka gingivectomy pada hari ke-1 dan hari ke-3 sedangkan hari ke-7 tidak ada perbedaan bermakna, demikian pula untuk keluhan pasien baik pada hari ke-1, ke-3, dan ke-7, tidak ada perbedaan bermakna antara pisau bedah dengan electrosurgery.
Cite
CITATION STYLE
Nilawati, N. (2023). Efektivitas Electrosurgery Dibandingkan Pisau Bedah untuk Tindakan Gingivectomy. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(5), 3371–3380. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i5.11813
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.