Pengaruh Rebusan Daun Sirih Merah dan Daun Srikaya terhadap Kutu Rambut Santriwati di Pondok Pesantren Al-Madienah Jombang Jawa Timur

  • Ramadhani F
  • Andrian B
  • Noviana I
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyebaran kutu dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan perawatan diri yang tidak baik. Kutu rambut dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita dan secara tidak langsung jika seseorang menyimpan benda-benda tersebut ditempat yang sama dengan benda milik penderita. Berdasarkan studi pendahuluan di Pondok Pesantren Al- Madienah Jombang ada 90% santriwati yang menderita kutu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu metode edukasi dan metode demonstrasi. Metode edukasi bertujuan mendidik, memberi ilmu pengetahuan kepada santriwati mengenai kebersihan diri, pencegahan penyebaran kutu, dan cara pengobatan kutu secara alami. Metode demonstrasi yang diberikan adalah memberikan contoh cara pembuatan obat alami dengan bahan dasar (daun sirih merah, daun srikaya, minyak kelapa) untuk mengatasi kutu rambut, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengaplikasian obat alami kepada santriwati Pondok Pesantren Al-Madienah. Hasil dari pengaplikasian obat kutu rambut yang dilakukan secara rutin selama satu minggu dua kali dalam satu bulan dari observasi secara langsung dan wawancara didapatkan hasil bahwa terjadi 70% penurunan angka kejadian kutu rambut dari 130 santriwati.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramadhani, F. D., Andrian, B. K., & Noviana, I. (2024). Pengaruh Rebusan Daun Sirih Merah dan Daun Srikaya terhadap Kutu Rambut Santriwati di Pondok Pesantren Al-Madienah Jombang Jawa Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(5), 1255–1262. https://doi.org/10.54082/jamsi.1327

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free