Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Ranting Sengon Dengan Pelarut Metanol Dan N-Heksana

  • Rahayu N
  • Nurhasanah A
  • Rumidatul A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pohon Sengon (Falcataria moluccana) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu terpenoid, steroid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Antibakteri bersumber dari alam menjadi alternatif untuk pengobatan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut n-heksana dan metanol terhadap Shigella dysentriae, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Proteus mirabilis. Penelitian ini menggunakan metode Kirby Bauer dengan konsentrasi ekstrak 9%, 9,5%, 10%, 10,5% dan 11%. Hasil ekstrak kulit ranting Sengon menunjukkan adanya zona bening dengan konsentrasi efektif yaitu 11% terhadap Shigella dysentriae (4 mm), Escherichia coli (1,7 mm), Salmonella typhi (3,3 mm). Sedangkan ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut n-heksana terhadap Proteus mirabillis (2,7 mm). Ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut metanol dan n-heksana memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysentriae, Escherichia coli, Salmonella typhi, dan Proteus mirabilis. Kata kunci: Antibakteri, Falcataria moluccana, N-heksana, Metanol

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahayu, N. T., Nurhasanah, A. S., Rumidatul, A., Fadhila, F., & Maryana, Y. (2020). Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Ranting Sengon Dengan Pelarut Metanol Dan N-Heksana. Jurnal Mitra Kesehatan, 3(1), 6–15. https://doi.org/10.47522/jmk.v3i1.82

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free