Abstract
Ada kesamaan hak antara sekolah swasta dan negeri yaitu mendapatkan dana alokasi non fisik yaitu dana BOS. Dana BOS salah satunya diperuntukan untuk biaya pengelolaan sarana dan prasarana seperti biaya perbaikan kecil, rehab dan pembelian alat yang tidak terlalu mahal. Masalah dalam penelitian ini adalah tidak semua lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri yang mempunyai kemampuan dalam mengelola sarana dan prasana pendidikannya. Sehingga banyak sarana prasarana yang mulanya rusak ringan dibiarkan menjadi rusak berat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasarah, Waka Sarana Prasarana dan Waka Kurikulum. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,maka dapat disimpulkan dalam beberapahal: pertama MAN 1 Mojokerto berhasil dalam merencanakan sarana prasarana sesuai dengan indikator yang peneliti munculkan yaitu kebutuhan, pembiayaan dan prioritas ketiga indikator tersebut MAN 1 Mojokerto dijadikan rencana strategis MAN 1 Mojokerto dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kedua pengadaan sarana prasarana dalam meningkatkan mutu pendidikan MAN 1 Mojokerto telah menetapkan pengadaan sarana prasarana dengan cara pemeliharaan, pembelian dan perawatan sesuai dengan rencana strategis dan standar yang dibelakukan. Pengadaan sarana prasarana dalammeningkatkan mutu di MAN 1 Mojokerto sesuai dengan indicator yang peneliti munculkan yaitu penetapan, sumber pengadaan dan kualitas.
Cite
CITATION STYLE
Basith, A. (2023). Pengelolaan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MAN 1 Mojokerto. ISEDU : Islamic Education Journal, 1(2), 68–79. https://doi.org/10.59966/isedu.v1i2.805
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.