BIAR MISKIN ASAL SOMBONG: KAJIAN REALITAS HIDUP DAN ETIKA ISLAM

  • Robingun Suyud El Syam
  • Wahyu Sukoco
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian bermaksud mengungkap stigma, biar miskin asal sombong dari segi realitas hidup dan etika Islam, menggunakan pendekatan diskrptif kualitatif. Setelah dibahas dan dianalisis menyimpulkan; biar miskin asal sombong merupakan gambaran perilaku hidup yang mengutamakan kebutuhan skunder, mengakhirkan kebutuhan primer dengan dalih gengsi.  Sifat ini secara genealogis merupakan warisan setan yang ditiupkan kepada manusia yang berjiwa lemah. Perilaku ini terjadi dalam realitas hidup, diantaranya dalam gaya hidup mewah orang miskin. Ada yang menyebut ‘kaum miskin urban’, bisa juga dalam sebuah pemerintahan daerah yang APBD-nya fokus untuk hal yang kurang bermanfaat bagi masyarakat. Secara etika Islam, perilaku tersebut terkategori sifat buruk. Ada empat tanda orang miskin yang sombong: enggan berdoa (ibadah), malas menjalankan tugas, biasa melanggar aturan, dan tidak pandai berterima kasih. Sikap sombong bagi manusia merupakan keburukan, namun lebih buruk lagi orang miskin yang sombong, sebab tidak ada sesuatu yang bisa disombongkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Robingun Suyud El Syam, & Wahyu Sukoco. (2023). BIAR MISKIN ASAL SOMBONG: KAJIAN REALITAS HIDUP DAN ETIKA ISLAM. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3(1), 175–191. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v3i1.1100

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free