SYURA ATAU MUSYAWARAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

  • Muttaqin J
  • Apriadi A
N/ACitations
Citations of this article
280Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam tulisan ini, penulis mencoba mendudukan masalah musyawarah atau syura dalam perspektif tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan tematis, term syura dalam tinjauan Al-Qur’an, kedudukan syura dalam kehidupan umat Islam serta pelaksanaannya, prinsip-prinsip yang ada dalam system syura. Fokus kajian atau starting point pembahasan tulisan ini. Penulis akan memfokuskan pada ayat-ayat Al-Qur’an tentang syura , yakni, Q.S. al-Baqarah (2) ayat 233, Q.S. Ali ‘Imran (3) ayat 159, dan Q.S. asy-Syura (42) ayat 38. Dalam mengupas ayat-ayat tentang musyawarah, penulis akan menggunakan metode penafsiran secara tematik (tafsir maudhu’i). Tafsir maudhu’i secara terminologis pada prinsipnya bermuara pada makna yang sama. Maksudnya, menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang mempunyai tujuan yang sama dengan arti sama, membicarakan satu topik, menyusun berdasar masa turun ayat serta memperhatikan latar belakang sebab-sebab turunnya−diberi penjelasan, uraian, komentar, dan pokok kandungan hukumnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muttaqin, J., & Apriadi, A. (2020). SYURA ATAU MUSYAWARAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN. Al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman Dan Pendidikan, 1(2), 57–73. https://doi.org/10.62285/alurwatulwutsqo.v1i2.18

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free