MONITORING RUMPON TRADISIONAL DI TELUK HURUN, BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENANGKAPAN IKAN

  • Handayani M
  • Agus Mulyadi R
  • Alfian Y
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Teluk Hurun telah menjadi daerah penangkapan ikan oleh nelayan di sekitar pesisir Lampung. Penangkapan ikan menggunakan purse seine biasanya memerlukan alat bantu pengumpul ikan, atau biasa disebut rumpon. Penggunaan rumpon dimaksudkan agar nelayan tidak melaut terlalu jauh untuk mencari daerah penangkapan ikan, sehingga efisiensi biaya operasional melaut dapat diminimalisir. Sejauh ini, rumpon ditenggelamkan beberapa waktu sebelum trip penangkapan berlangsung. Padahal, rumpon tradisional dengan atraktor daun kelapa membutuhkan waktu tunggu untuk dapat berfungsi secara efektif sebagai pengumpul ikan. Tujuan penelitian ini adalah memonitor secara berkala hingga didapatkan gambaran kondisi rumpon perminggunya dan memperkirakan usia rumpon dapat efektif digunakan sebagai alat bantu penangkapan ikan. Underwater survey dilakukan diakhir minggu, selama lima minggu berturut-turut yang meliputi pencatatan, perekaman dan pendokumentasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpon memerlukan sekitar 4 – 5 minggu untuk dapat efektif sebagai pengumpul ikan. Ikan akan mendekati rumpon untuk mencari makanan di substrat yang menempel di dinding rumpon dan sebagai tempat berlindung

Cite

CITATION STYLE

APA

Handayani, M., Agus Mulyadi, R., & Alfian, Y. (2023). MONITORING RUMPON TRADISIONAL DI TELUK HURUN, BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENANGKAPAN IKAN. Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal), 1(1), 6–13. https://doi.org/10.25181/marshela.v1i1.2985

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free