Penentuan Pemanfaatan Aset Tanah Pemerintah Daerah dengan Sistem Informasi Geografis dan Metode Analitycal Hierarchy Process : Studi Kasus Pemprov Bali

  • Kusuma Y
  • Linawati -
  • Sudarma I
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Aset tanah bagi pemerintah sangatlah penting. Aset tanah yang dikelola dengan baik memberikan nilai tambah kekayaan pada pemerintah. Sama halnya dengan aset tanah Pemprov Bali. Aset tanah yang tersebar di seluruh Bali akan memerlukan penanganan yang dibantu dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). SIG mempermudah pengguna, dalam hal ini Biro Aset, dalam menentukan dan pengalamatan lokasi aset tanah. Sedangkan AHP adalah salah satu metode multi-criteria decision making (MCDM) yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam hal pengambilan keputusan.  Data uji adalah nomor hak P.16 yang terletak di Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, didapatkan angka bobot tertinggi pada tanaman padi dengan nilai bobot 25,26%, dan nomor hak HP.129 di Renon, Denpasar, dengan nilai bobot tertinggi pada fasilitas umum (fasum), dengan nilai bobot sebesar 57,04%. Nilai bobot yang dihasilkan tersebut sesuai dengan pemanfaatan pada aset tanah tersebut saat ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kusuma, Y. M., Linawati, -, & Sudarma, I. M. (2017). Penentuan Pemanfaatan Aset Tanah Pemerintah Daerah dengan Sistem Informasi Geografis dan Metode Analitycal Hierarchy Process : Studi Kasus Pemprov Bali. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 16(3), 44. https://doi.org/10.24843/mite.2017.v16i03p08

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free