Abstract
Penularan Virus Hepatitis B (HBV) melalui dua jalur yaitu jalur vertikal melalui ibu yang teinfeksi HBV menularkan kepada bayi yang dilahirkan dan jalur horizontal ditularkan dari seorang pengindap HBV kepada orang lain disekitarnya yaitu melalui hubungan seksual, transfusi darah, pemakaian alat pribadi bersama seperti sisir, pisau cukur, selimut, dan alat makan yang terkontaminasi virus hepatitis B. Kelompok berisiko tinggi terhadap penularan hepatitis B seperti warga binaan pemasyarakatan yang saling berinteraksi, keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan penderita, panti asuhan, dan sekolah sistem asrama (Pondok Pesantren, boarding school, dan lainnya). Tujuan dari kegiatan pengabmas ini untuk meningkatkan pengetahuan, skriningpemeriksaan terhadap penyakit hepatitis B dan Anti-HBs, dan PHBS para santri di Pondok Pesantren Raudhatun Nasyi’in Sungai Besar Banjarbaru. Hasil skrining pada santri yang sudah melakukan pemeriksaan HBsAg didapatkan hasil 30 orang (100%) negatif, Anti-HBs 1 orang (3%) positif dan 29 orang (97%) negatif. Tingkat pengetahuan sebelum edukasi kurang 20%, cukup 33% baik 47%, sesudah edukasi cukup 7% baik 93%. PHBS berdasarkan indikator kebersihan diri rata-rata 95%, Kerbersihan lingkungan 97% dan Penggunaan Fasilitas 95%. kesimpulan tidak ada ditemukan santri yang terinfeksi Hepatitis B, terjadi Peningkatan yang signifikan pengetahuan dan sikap serta Keterampilan santri dalam melaksnakan PHBS.
Cite
CITATION STYLE
Norsiah, W., Neni Oktiyani, & Tini Elyn Herlina. (2026). CEGAH PENULARAN PENYAKIT HEPATITIS B PADA IBU HAMIL MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN, DETEKSI DINI DAN PHBS DI WILAYAH PUSKESMAS SUNGAI TABUK I KABUPATEN BANJAR. Jurnal Rakat Sehat : Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 12–21. https://doi.org/10.31964/jrs.v5i1.137
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.