Abstract
This study aims to explore and prove the existence of the invisible lower self as a concern for the process of self-healing and a means of reflection and expression related to psychological processes in art. This study summarizes the data from the questionnaire results for several participants with the following provisions: Indonesian citizens who have experienced low self-esteem or who have or are currently looking for media or solutions to reduce low self-esteem. Steps From planning to development, simulation, distribution of questionnaires, data processing and analysis, and evaluation, several stages were completed. This study examines the relationship between low self-esteem and the creation of works of art. Descriptive research method with data collection in the form of a questionnaire to describe the actual findings in the field. The creation of works of art can help someone who feels inferior be more appreciated and more expressive in expressing thoughts and feelings, and it can also serve as a therapeutic medium for self-healing. Low self-esteem has opportunities for positive and negative impacts depending on the self-management process of each individual who experiences it. For this reason, the process of reflection and application of mindfulness is needed to achieve better change. The results of the questionnaire show participants' patterns of low self-esteem and show the benefits of art activities as a therapeutic medium for self-recovery.Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan membuktikan keberadaan rendah diri yang tak kasat mata sebagai kepedulian terhadap proses pemulihan diri, sarana refleksi dan ekspresi yang berhubungan dengan proses psikologi tiap individu dalam seni. Penelitian ini merangkum data hasil kuisioner pada sejumlah partisipan dengan ketentuan; warga negara Indonesia, pernah merasakan rendah diri, pernah atau sedang mencari media / solusi untuk mengurangi rasa rendah diri . Beberapa tahap dilakukan dari perencanaan, merangkum pertanyaan, menyeleksi pertanyaan, pengembangan, simulasi, penyebaran kuisioner, pengolahan data dan analisis data, evaluasi. Studi ini mengkaji keterkaitan rendah diri dengan penciptaan karya seni rupa. Metode Penelitian Deskriptif dengan pengumpulan data berupa kuisioner untuk menggambarkan secara aktual sesuai temuan dilapangan. Penciptaan karya seni rupa dapat membantu seseorang yang merasa rendah diri menjadi lebih terapresiasi dan lebih ekspresif dalam menunjukkan pikiran maupun perasaan dan sebagai media terapeutik untuk pemulihan diri. Adapun rendah diri mempunyai peluang dampak positif dan negatif bergantung dari proses pengelolaan diri setiap individu yang mengalami. Untuk itu proses refleksi maupun penerapan mindfulness sangat dibutuhkan dalam mencapai perubahan yang lebih baik. Hasil kuisioner menunjukkan pola-pola refleksi rendah diri oleh partisipan dan menunjukkan manfaat dari beraktivitas seni rupa sebagai salah satu media terapeutik untuk pemulihan diri.
Cite
CITATION STYLE
Graciela, E. M., & Moerdisuroso, I. (2023). Penelitian Kualitatif Untuk Penciptaan Karya Seni Rupa Topik Rendah Diri. Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa Dan Budaya Visual, 3(1), 44–47. https://doi.org/10.21009/qualia.31.07
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.