Abstract
Wilayah pesisir sering kali menjadi sasaran bencana alam, yang dapat berdampak serius pada komunitas nelayan. Pengurangan ekosistem mangrove di pesisir dapat meningkatkan risiko banjir, erosi pantai, dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, dalam kerangka program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu komunitas nelayan Sipatuo di Kelurahan Tahoa, Sulawesi Tenggara dalam menghadapi masalah bencana di pesisir mereka. Kegiatan penanaman pohon mangrove dilakukan sebagai cara untuk melindungi pantai dan meningkatkan pemahaman komunitas tentang pentingnya pohon mangrove. Masyarakat dilibatkan dalam sosialisasi dan penanaman mangrove. Hasilnya sangat positif, dengan pemahaman masyarakat meningkat sekitar 18%, dan hampir semua orang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran melalui praktik nyata sangat efektif. Pengabdian ini penting dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir. Perlu penelitian lanjutan untuk melihat dampak jangka panjang dari upaya ini dan bagaimana pelestarian mangrove dapat membantu komunitas dalam menghadapi bencana pesisir.
Cite
CITATION STYLE
Hasidu, L. O. A. F., Bantun, S., Saleh, R., Afrianty, I., Aba, L., Sety, L. O. M., … Hamid, F. (2023). Mitigasi Bencana Pesisir: Pemberdayaan Komunitas Nelayan Sipatuo melalui Penanaman Mangrove di Kelurahan Tahoa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 21(2). https://doi.org/10.33369/dr.v21i2.30751
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.