Abstract
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayaah (RTRW) Kota Surakarta Tahun 2021–2041, Kota Surakarta disebutkan memiliki perencanaan yang menerapkan konsep Transit Oriented Development(TOD) atau pembangunan berorientasi transit. TOD pada skala kawasan dikembangkan pada suatu kawasan dengan stasiun antarmoda sebagai intinya. Stasiun Solo Kota adalah salah satu stasiun antarmoda yang terdapat di Kota Surakarta, yang memiliki kekhasan karena relatif kecil dan tidak terlalu dikenal sebagaimana stasiun kereta api lainnya di Kota Surakarta. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian kawasan Stasiun Solo Kota terhadap konsep TOD dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skoring dengan membandingkan kondisi kawasan eksisting dengan standar kawasan TOD menurut Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Berdasarkan analisis, diketahui bahwa Kawasan Stasiun Solo Kota belum memenuhi prinsip TOD dengan hasil skoring 52. Kesesuaian ditemukan pada prinsip transit yang didukung oleh prinsip mixdan compact.Ketidaksesuaian ditemukan pada prinsip walk dan cycleyang berpengaruh pada prinsip connect. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan jaringan pedestrian dan bersepeda, peningkatan konektivitas antarblok, serta peningkatan peluang kepadatan hunain serta lapangan pekerjaan di kawasan studi.
Cite
CITATION STYLE
Widodo, C. E., Alifiansach, M. N., Narwastuti, P. N., Rahmawati, D., Arnanda, M. Y., & Rahayu, A. R. (2023). Tingkat Kesesuaian Konsep Transit Oriented Development (TOD) pada Kawasan Stasiun Solo Kota. Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA), 6(2), 57–71. https://doi.org/10.31101/juara.v6i2.3113
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.