Abstract
Preeklampsia (PE) dialami oleh 3 – 5 % kehamilan dan menyebabkan berbagai gangguan pada ibu dan bayi. Pada janin, PE menyebabkan hambatan perkembangan bayi. Pengamatan ditujukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna luaran berat dan panjang bayi dari ibu dengan PE pada kehamilan kurang dan cukup bulan bila dibandingkan dengan luaran bayi dari ibu tanpa penyulit kehamilan dengan usia kehamilan yang sama. Studi menggunakan data retrospektif dari rekam medis. Sampel pasien berasal dari pasien yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama kurun waktu 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2016. Pengamatan pada 68 persalinan preterm dan 127 kehamilan cukup bulan menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada luaran berat badan bayi dari ibu yang mengalami PE dibandingkan dengan kehamilan normal dengan p=0.037, OR=3.375. Gangguan uteroplasenter diduga sebagai penyebab perbedaan ini. Perkembangan janin terhambat pada kehamilan preterm diduga terjadi akibat gangguan suplai darah ke plasenta namun kehamilan cukup bulan meski didapatkan preeklampsia, tidak terjadi perbedaan luaran berat maupun panjang bayi. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa patogenesis preeklampsia lanjut tidak dipengaruhi aliran uteroplasenter.
Cite
CITATION STYLE
Hervianto, E. (2018). PENGARUH PREEKLAMPSIA TERHADAP HASIL LUARAN BAYI DARI KEHAMILAN ATERM DAN PRETERM. Jurnal Berkala Kesehatan, 3(1), 18. https://doi.org/10.20527/jbk.v3i1.4848
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.