Kajian Konsep Ambiguitas Ruang Peralihan Pada Kafe Kekinian di Denpasar dan Badung

  • Giri K
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

After the government slowly lifted the social distancing restriction since the pandemic in 2020, the growth of "trendy" café became significant to accommodate the thirst for social interaction. The term "trendy" in the cafe shows that the cafe is following current developments. Trendy cafes have added value in their exterior and interior building to satisfy the visitor's need for taking selfies. One of them is the facade of the building with a terrace located on the front side of the building. The design of these trendy cafes conveys the concept of ambiguity, where it not only serves as a transitional space but also bolster the façade attractiveness. The concept of ambiguity in architecture is to obscure the primary function in a space so that new functions can form new perceptions for visitors. This research aims to determine the design elements that play a role in forming the concept of ambiguity on the terraces of several trendy cafes in Denpasar City and Badung Regency. The method is carried out qualitatively and presented with descriptive analysis. The author analyzes through field observations and documentation and then correlates it with theoretical studies on design elements and ambiguity concepts. Through the study of design elements, it is possible to perceive the design elements that play a role in forming an ambiguity concept of the terrace and presenting new perceptions and impressions of it.   Keywords:terrace, facade, ambiguity, cafeSetelah pemerintah mencabut larangan pembatasan sosial sejak masa pandemi tahun 2020, munculnya kafe-kafe kekinian mengalami peningkatan dalam mengakomodasi peningkatan interaksi sosial. Istilah kekinian pada kafe menujukkan bahwa kafe tersebut mengikuti perkembangan terbaru saat ini. Kafe kekinian memiliki nilai lebih pada eksterior dan interior bangunan untuk memenuhi gaya hidup konsumen saat ini dalam berswafoto. Salah satunya yaitu fasad bangunan dengan teras yang terletak di sisi depan bangunan. Desain teras café kekinian ini mengusung konsep ambiguitas, dimana teras tidak hanya digunakan sebagai ruang peralihan namun juga sebagai pendukung daya tarik pada fasad bangunan. Konsep ambiguitas pada arsitektur yaitu mengaburkan fungsi utama pada sebuah ruang, sehingga hadir fungsi baru yang mampu membentuk persepsi baru pada pengunjung. Penelitian dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis elemen perancangan yang berperan dalam membentuk konsep ambiguitas pada teras di beberapa kafe kekinian di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Metode dilakukan secara kualitatif dan disajikan dengan analisis deskriptif. Penulis melakukan analisa melalui observasi, dokumentasi, dan mengaitkan dengan teori tentang elemen perancangan dan ambiguitas. Melalui pengkajian elemen-elemen perancangan, nantinya akan dapat ditemukan jenis-jenis elemen perancangan yang berperan dalam membentuk sebuah konsep ambiguitas pada teras, serta menghadirkan persepsi dan kesan baru pada teras tersebut.     Kata Kunci: teras, fasad, ambiguitas, kafe

Cite

CITATION STYLE

APA

Giri, K. R. P. (2022). Kajian Konsep Ambiguitas Ruang Peralihan Pada Kafe Kekinian di Denpasar dan Badung. Waca Cipta Ruang, 8(2), 53–62. https://doi.org/10.34010/wcr.v8i2.8300

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free