Abstract
Subsektor perkebunan menjadi tulang punggung perekonomian nasional (40 % dari PDB pertanian) karena menyerap tenaga kerja dan menyumbang devisa secara signifikan. Kebijakan penyediaan benih unggul berteknologi modern diperlukan untuk meremajakan tanaman perkebunan yang sudah tua agar meningkatkan daya saingnya. Validasi data dalam perumusan naksah kebijakan ini menggunakan metode in depth interview, FGD, observasi, dan rapat koordinasi yang disajikan secara kualitatif. Kebijakan pengembangan perbenihan tanaman perkebunan seperti kopi, kelapa, dan mete perlu dilakukan seperti kelapa sawit. Pilar sukses pengembangan pembibitan dilakukan dengan pemetaan kebutuhan pasar/industri, perancangan kebutuhan benih unggul, pemroduksian benih secara rutin, massal, serta mendekati lokasi penanaman. Selain itu diperlukan seleksi tanaman unggul untuk diperbanyak secara kultur jaringan dan menggunakan teknologi modern.
Cite
CITATION STYLE
Ahmad Afandi, F. (2023). Sinergi Kebijakan Penyediaan Benih Unggul Kopi kelapa dan Mete untuk Pemulihan Ekonomi Nasional. Policy Brief Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 5(1). https://doi.org/10.29244/agro-maritim.050101
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.