Abstract
Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap perubahan fisiologis dan psikologis yang dapat memicu kecemasan dan mengganggu kualitas tidur ibu. Gangguan kualitas tidur yang menetap dapat berdampak pada pemulihan fisik, kestabilan emosi, dan kemampuan ibu dalam merawat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu nifas dengan kualitas tidur di wilayah kerja Puskesmas Kemuningsari Kidul. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas berusia 1–42 hari, dengan sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A), sedangkan kualitas tidur dinilai dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson setelah data memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu nifas mengalami kecemasan sedang hingga tingkat panik, dan seluruh responden mengalami gangguan kualitas tidur mulai dari ringan hingga berat. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur (r = 0,786; p < 0,01), dengan kontribusi kecemasan sebesar 61,7% terhadap kualitas tidur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan ibu nifas, semakin buruk kualitas tidurnya, sehingga diperlukan deteksi dini dan intervensi kesehatan mental pada masa postpartum.
Cite
CITATION STYLE
Krisdayanti, F., & Keswara, N. W. (2025). HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU NIFAS DENGAN KUALITAS TIDUR MENGGUNAKAN SKALA HAMILTON (HAM-A) DI WILAYAH PUSKESMAS KEMUNINGSARI KIDUL. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 16261–16274. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52975
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.