Abstract
Abstract. Involuntary childlessness is a significant issue especially in pronatalist country like Indonesia, which strongly emphasize the importance of children in marriage. This condition often causes psychological distress and social stigma, especially for women who are often blamed for the condition of involuntary childlessness. This article aims to explore marriage in involuntary childless couples. Using a scoping review method, this study analyzed 11 empirical studies published between 2013 and 2023, which were selected based on strict inclusion and exclusion criteria. The results showed that involuntary childless couples face significant social and psychological distress. However, spousal support and positive coping strategies can help maintain their marital relationship despite the absence of children. Abstrak. Involuntary childless merupakan isu yang signifikan, terutama di masyarakat pronatalis seperti Indonesia, yang sangat menekankan pentingnya kehadiran anak dalam pernikahan. Kondisi ini sering menyebabkan tekanan psikologis dan stigma sosial, terutama bagi perempuan yang sering disalahkan atas kondisi involuntary childless. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pernikahan pada pasangan dengan kondisi involuntary childless. Dengan menggunakan metode scoping review, penelitian ini menganalisis 11 studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2023, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan involuntary childless menghadapi tekanan sosial dan psikologis yang signifikan. Namun, dukungan dari pasangan dan strategi coping yang positif dapat membantu menjaga hubungan pernikahan mereka meskipun tanpa kehadiran anak.
Cite
CITATION STYLE
Meutia Alifa, & Yunita Sari. (2025). Pernikahan Pasangan Involuntary Childless. Bandung Conference Series: Psychology Science, 5(1), 557–566. https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i1.16886
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.