Rendahnya Keterpilihan Perempuan pada Pemilu 2019 di Bali

  • Amanda Gelgel N
  • Dwita Apriani K
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hasil pemilu langsung pascareformasi hingga Pemilu 2019 menunjukkan Bali tidak pernah berhasil mengirimkan wakil perempuan ke DPR RI. Tulisan ini membahas mengenai apa yang menyebabkan kegagalan perempuan Bali dalam merebut kursi di DPR RI dengan menggunakan kerangka Supply-Demand. Pada sisi demand yang menitikberatkan pada bagaimana partai politik menyeleksi bakal calon untuk masuk ke dalam daftar caleg diketahui bahwa partai politik memberi perlakuan yang berbeda dari sisi akses ke mesin partai pada kandidat laki-laki dan perempuan. Pada sisi supply, penelitian ini menemukan bahwa caleg perempuan yang bertarung di Bali pada Pemilu 2019 memiliki keterbatasan dan hambatan di berbagai aspek seperti (1) kemampuan finansial yang minim, (2) pengalaman politik yang sedikit, (3) jaringan sosial yang terbatas, (4) keterbatasan ruang gerak dan waktu serta, (5) rendahnya motivasi politisi perempuan dalam berkarir politik. Perpaduan diskriminasi partai dan hambatan-hambatan besar pada sisi supply ini menyebabkan outcome berupa rendahnya keterpilihan perempuan di Bali pada pemilu 2019. Kata kunci: Bali, pemilu, perempuan, politik, supply-demand

Cite

CITATION STYLE

APA

Amanda Gelgel, N. M. R., & Dwita Apriani, K. (2019). Rendahnya Keterpilihan Perempuan pada Pemilu 2019 di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(2), 263. https://doi.org/10.24843/jkb.2019.v09.i02.p01

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free