Abstract
Artikel ini menjelaskan filosofi dan prinsip perwujudan Tauhȋdullah, Al-Adalah , Al-Amr Bi Al-Ma’ruf Wa Nahy ‘An Munkar, dan Al-Birr Wa Al-Taqwâ Dalam; Bagi Hasil (Mudhârabah dan Musyârakah). Pada pasal tersebut membahas Tauhȋdullah dan Al-'Adalah, Penjelasan Al-Amr Bi Al-Ma’ruf Wa Nahy ‘An Munkar, dan Al-Birr Wa Al-Taqwâ serta Mudhârabah dan Musyârakah dalam bagi hasil. Dan disimpulkan bahwa asas Tauhȋdillah merupakan asas yang memberikan aturan yang mengikat antara manusia dengan Tuhannya, dan Al-Adalah merupakan asas yang berdampak harmonis bagi umat, karena nilai keadilan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau dibohongi. Keempat prinsip ini merupakan landasan dari pelaksanaan transaksi tersebut sehingga terjalin hubungan baik dan kemerataan antara pelaku usaha Untuk memahami manifestasi Tauhȋdillah, Mudhârabah dan Musyârakah tersebut merupakan salah satu penerapan hukum syara’. Sehingga salah satu tujuan pelaksanaan kedua akad tersebut adalah pengimplementasian dari salah satu Maqashid Al Syari’ah, dengan tujuan tegaknya Al Amar Ma’ruf dan Anahy An Munkar. Yang sudah seharusnya diterapkan dengan benar menurut hukum Islam.
Cite
CITATION STYLE
Rohmatulloh, B., & Jahidin. (2023). Filosofi Dan Perwujudan Prinsip-Prinsip (Mabdi) Hukum Ekonomi Syariah; Tahidullah, Al-‘Adalah, Al-Amr Bi Al-Ma’ruf Wa Nahy ‘An Munkar, Dan Al-Birr Wa Al-Taqwâ Dalam; Bagi Hasil (Mudhârabah Dan Musyârakah). AL-IBANAH, 8(1), 59–70. https://doi.org/10.54801/ibanah.v8i1.160
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.