Abstract
Peningkatan kualitas layanan kesehatan di era digital menuntut rumah sakit daerah untuk mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sebagai instrumen kebijakan publik dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SIMRS sebagai alat kebijakan publik di RSUD Otanaha Kota Gorontalo, dengan menelaah sejauh mana sistem ini berkontribusi terhadap efektivitas manajerial dan tata kelola pelayanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap laporan kinerja rumah sakit tahun 2024–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMRS di RSUD Otanaha belum berjalan optimal karena 64% unit pelayanan masih menggunakan pencatatan manual, 48% pegawai administratif belum menguasai fungsi utama sistem, dan keterlambatan pembaruan data pasien rata-rata mencapai 7,4 jam. Keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, rendahnya integrasi antarunit, serta lemahnya dukungan kebijakan menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas SIMRS sebagai instrumen pengambilan keputusan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pelayanan publik di sektor kesehatan tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas organisasi dan budaya kerja berbasis data. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan SDM, kebijakan pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi digital yang terintegrasi agar SIMRS dapat berfungsi sebagai alat kebijakan publik yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Cite
CITATION STYLE
U. Aliwu, N., Aneta, A., & Isa, R. (2025). SIMRS as a Public Policy Tool for Decision Making at Otanaha Hospital. MIMBAR : Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 169–180. https://doi.org/10.29313/mimbar.v41i2.8557
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.