Abstract
Penelitian ini menganalisis sifat kimia kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Mig.) dari hutan alam dan hutan tanaman intensif (Silin) di PT. Dwima Jaya Utama. Sampel diambil dari pohon dengan diameter 28 cm, 36 cm, 43 cm, dan 51 cm untuk membandingkan kadar ekstraktif (air dingin, air panas, etanol-toluena), holoselulosa, α-selulosa, lignin, serta kadar abu. Hasil menunjukkan bahwa kayu dari hutan Silin memiliki kadar ekstraktif lebih tinggi dalam air dingin dan panas, tetapi kadar lignin dan abu lebih rendah dibandingkan kayu hutan alam. Kandungan α-selulosa secara konsisten tinggi pada semua diameter, memenuhi standar industri. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik Silin dapat menghasilkan kayu berkualitas dengan siklus tebang lebih pendek, meskipun sifat kimianya bervariasi berdasarkan diameter dan asal kayu. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pengelolaan hutan berkelanjutan dan aplikasi industri Shorea leprosula.
Cite
CITATION STYLE
Joni, H., Santoso, M., Wahyudi, W., Sosilawaty, S., Tanduh, Y., Triyadi, A., … Silvianingsih, Y. A. (2025). Analisis Sifat Kimia Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Mig.) Dari Hutan Alam Dan Hutan Tanaman Di PT. Dwima Jaya Utama. HUTAN TROPIKA, 20(1), 249–257. https://doi.org/10.36873/jht.v20i1.21999
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.