Abstract
Jumlah sampah yang dibuang masyarakat di Kabupaten Garut mencapai ribuan ton per hari, di sisi lain kapasitas di TPA Pasir Bajing sudah sangat terbatas. Jenis sampah yang beragam termasuk sampah plastik dapat dimanfaatkan dan diolah sehingga memiliki nilai manfaat. Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melakukan inovasi dengan penggunaan limbah sampah berupa plastik dijadikan sebagai agregat yang dicampur dengan aspal yang disebut aspal plastik sebagai bahan konstruksi jalan lentur. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan konstruksi jalan di wilayah Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis preferensi penyedia jasa baik kontraktor dan konsultan pengawas terhadap penerapan kebijakan penggunaan aspal plastik sebagai bahan konstruksi jalan di Kabupaten Garut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 100 orang yang terdiri dari kontraktor dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pelaksanaan aspal plastik di Kabupaten Garut. Hasil analisis kualitas produk, kepuasan penggunaan, dan penerapan kebijakan penggunaan aspal plastik sudah baik dan perlu dipertahankan.
Cite
CITATION STYLE
Karim, D. S. R. E., Herman, H., & Farida, I. (2023). Preferensi Penyedia Jasa Terhadap Penerapan Kebijakan Penggunaan Aspal Plastik Sebagai Bahan Konstruksi Jalan. Jurnal Konstruksi, 21(2), 289–295. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.21-2.1551
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.