Abstract
This article discusses the influence and contribution of Syeikh Nawawi al-Bantani to the spread of Islam in the archipelago. One of the leading scholars from Banten in the 19th century, Syeikh Nawawi al-Bantani, made a significant contribution to the spread of Islam in this region. Sensitivity and tolerance became a strong foundation for inter-ethnic and religious harmony in the Nusantara society, which was realized in a wise approach in understanding religious differences. The influence of Syeikh Nawawi al-Bantani covers social and educational aspects as well as limited to religious aspects. This article explains the role of madrasas and pesantren as centers of knowledge dissemination in the archipelago. His contribution to Islamic education helped develop the intellectual capacity of the local community and gave birth to a new generation of Islamic scholars who uphold the teachings of Islam. In addition, the article highlights recurring themes in the contemporary context of Syeikh Nawawi al-Bantani's writings. Ignorance of the past is an obstacle to racial tolerance in the archipelago today. Through intellectual reflection, this article offers insights into how the writings of Syeikh Nawawi al-Bantani continue to play an important role in shaping Islamic identity in the archipelago.Artikel ini membahas tentang pengaruh dan kontribusi Syeikh Nawawi al-Bantani terhadap penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu ulama terkemuka asal Banten pada abad ke-19, Syeikh Nawawi al-Bantani, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyebaran Islam di wilayah ini. Sensitivitas dan toleransi menjadi landasan kuat bagi keharmonisan antar suku dan agama dalam masyarakat Nusantara, yang diwujudkan dalam pendekatan bijaksana dalam memahami perbedaan agama. Pengaruh Syeikh Nawawi al-Bantani mencakup aspek sosial dan penddikan sebagaimana terbatas pada aspek keagamaan. Artikel ini menjelaskan peran madrasah dan pesantren sebagai pusat diseminasi ilmu pengetahuan di Nusantara. Kontribusi Beliau terhadap pendidikan Islam membantu mengembangkan kapasitas intelektual masyarakat setempat dan melahirkan generasi baru ulama Islam yang menjunjung tinggi ajaran Islam. Selain itu, artikel ini menyoroti tema-tema yang berulang dalam konteks kontemporer tulisan Syeikh Nawawi al-Bantani. Ketidaktahuan akan masa lalu menjadi penghambat toleransi rasial di Nusantara hingga saat ini. Melalui refleksi intelektual, artikel ini menawarkan wawasan bagaimana tulisan Syeikh Nawawi al-Bantani tetap berperan penting dalam membentuk identitas Islam di Nusantara.
Cite
CITATION STYLE
Fadhlulloh, A. U. (2024). Pemikiran Dan Pengaruh Syeh Nawawi Al-Bantani Dalam Perkembangan Islam Di Nusantara. Tanjak: Sejarah Dan Peradaban Islam, 4(1), 25–32. https://doi.org/10.19109/tanjak.v4i1.22009
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.