Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Alkitab merupakan ingatan kanonik. Berbeda dengan Michael Welker yang telah menunjukkan bahwa Perjamuan Kudus dalam Perjanjian Baru merupakan ingatan kanonik, tulisan ini menunjukkan bahwa seluruh Alkitab yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan ingatan kanonik yang terus dikomunikasikan oleh umat di segala zaman dan tempat. dengan objek ingatan perjanjian sehingga umat Tuhan di segala zaman dan tempat mengomunikasikan ingatan perjanjian dalam komunitasnya. Dengan melakukan studi pustaka untuk menemukan kaitan antara teologi dengan ingatan budaya, maka tulisan ini membahas pemikiran Michael Welker dan Jan Assmann. Penelitian ini menemukan bahwa Alkitab merupakan ingatan budaya yang mendapat tambahan nilai iman sehingga menjadi ingatan kanonik. Selain Alkitab, ingatan kanonik juga ditemukan dalam sistem kepercayaan masyarakat tradisional. Perbedaan Alkitab dengan sistem kepercayaan masyarakat tradisional bukan berada dalam ingatan kanonik tetapi dalam obyek perjanjian di Alkitab. Tulisan ini menemukan bahwa Gereja sebagai komunitas penerima perjanjian, memiliki ingatan perjanjian sebagai ingatan khusus yang hanya dikomunikasikan dan dimiliki oleh umat Tuhan.
Cite
CITATION STYLE
Lunardi, J., & Putratama Kamuri, J. (2023). Ingatan Kanonik, Alkitab, dan Ingatan Perjanjian. Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili, 10(2). https://doi.org/10.51688/vc10.2.2023.art2
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.