Ingatan Kanonik, Alkitab, dan Ingatan Perjanjian

  • Lunardi J
  • Putratama Kamuri J
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Alkitab merupakan ingatan kanonik. Berbeda dengan Michael Welker yang telah menunjukkan bahwa Perjamuan Kudus dalam Perjanjian Baru merupakan ingatan kanonik, tulisan ini menunjukkan bahwa seluruh Alkitab yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan ingatan kanonik yang terus dikomunikasikan oleh umat di segala zaman dan tempat. dengan objek ingatan perjanjian sehingga umat Tuhan di segala zaman dan tempat mengomunikasikan ingatan perjanjian dalam komunitasnya. Dengan melakukan studi pustaka untuk menemukan kaitan antara teologi dengan ingatan budaya, maka tulisan ini membahas pemikiran Michael Welker dan Jan Assmann. Penelitian ini menemukan bahwa Alkitab merupakan ingatan budaya yang mendapat tambahan nilai iman sehingga menjadi ingatan kanonik. Selain Alkitab, ingatan kanonik juga ditemukan  dalam sistem kepercayaan masyarakat  tradisional. Perbedaan Alkitab dengan sistem kepercayaan masyarakat tradisional bukan berada dalam ingatan kanonik tetapi dalam obyek perjanjian  di Alkitab. Tulisan ini menemukan bahwa Gereja sebagai komunitas penerima perjanjian, memiliki ingatan perjanjian sebagai ingatan khusus yang hanya dikomunikasikan dan dimiliki oleh umat Tuhan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lunardi, J., & Putratama Kamuri, J. (2023). Ingatan Kanonik, Alkitab, dan Ingatan Perjanjian. Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili, 10(2). https://doi.org/10.51688/vc10.2.2023.art2

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free