Abstract
Salah satu alternatif pengendalian gulma yang ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan limbah tanaman kakao (Theobroma cacao L). Dapat digunakan sebagai herbisida biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas lamanya waktu fermentasi bioherbisida dari kulit dan biji kakao dalam mengendalikan gulma. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial, yang terdiri dari 4 perlakuan (K (Kontrol), M1 (7 hari), M2 (14 hari), M3 (21 hari) dan M4 (28 hari)) dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan gulma dapat ditekan dengan bioherbisida kakao dari pengamatan minggu 1 hingga minggu ke 3, dengan skor keracunan yang tertinggi yaitu 4 (Keracunan sangat parah; daun muda mempunyai bentuk dan warna tidak normal hingga mengering dan rontok hingga tanaman mati). Gejala kerancun yang ditimbulkan biorherbisida tersebut ada perubahan warna daun dari warna hijau menjadi pucat dan akhirnya mati.
Cite
CITATION STYLE
Rahman, R., Soedijo, S., & Rosa, H. O. (2025). Efektivitas Penggunaan Fermentasi Buah Kakao (Theobroma cacao l.) Sebagai Bioherbisida Pada Gulma Patikan Kebo (Euphorbia hirta). JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA, 8(1), 1079–1088. https://doi.org/10.20527/jptt.v8i1.3086
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.