Erupsi Gigi Sulung pada Anak dengan Riwayat Lahir Prematur, Berat Badan Lahir Rendah

  • Soewondo W
  • Effendi S
N/ACitations
Citations of this article
49Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan gigi merupakan bagian pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara umum dan dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan prenatal dapat mengakibatkan kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah/BBLR, dan gangguan pertumbuhan perkembangan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu erupsi gigi sulung pada anak lahir prematur BBLR. Penelitian ini adalah studi potong lintang dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2009 di Rumah Sakit Gigi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran/RSGM FKG Unpad. Subjek penelitian yaitu anak usia 4–30 bulan, riwayat lahir prematur BBLR, dan lahir normal sebagai kontrol. Erupsi gigi sulung ditentukan berdasarkan jumlah gigi yang telah erupsi. Dengan teknik pengambilan sampel consecutive admission diperoleh 137 anak; 49 anak lahir prematur BBLR (usia gestasi <37 minggu, berat lahir <2.500 gram) dan 88 anak normal (usia gestasi 37–42 minggu, berat badan lahir >2.500 gram) sebagai kontrol. Dengan regresi korelasi linier dan uji-t student, hasil penelitian terdapat hubungan bermakna waktu erupsi dengan usia (p<0,01) Waktu erupsi gigi sulung pada anak lahir prematur BBLR secara bermakna lebih lambat daripada anak lahir normal (p<0,01). Simpulan, waktu erupsi gigi sulung anak lahir prematur BBLR lebih lambat daripada anak lahir normal. [MKB. 2014;46(1):34–8]

Cite

CITATION STYLE

APA

Soewondo, W. S., & Effendi, S. H. (2014). Erupsi Gigi Sulung pada Anak dengan Riwayat Lahir Prematur, Berat Badan Lahir Rendah. Majalah Kedokteran Bandung, 46(1), 34–38. https://doi.org/10.15395/mkb.v46n1.225

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free