Abstract
Penggunaan media sosial meningkatkan keterlibatan dalam perilaku cyberbullying dikalangan remaja. Ketika melakukan perilaku tersebut para remaja menganggap perilaku cyberbullying merupakan hal yang biasa dan wajar yang dikenal dengan moral disengagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara moral disengagement dengan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Patisipan dalam penelitian ini adalah remaja yang menggunakan smartphone dan aktif menggunakan media sosial dengan rentang usia 15-18 tahun. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 265 remaja yang bersekolah disalah satu SMAN di Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel bersifat non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel perposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala moral disengagement yang berasal dari Hymel dan skala perilaku cyberbullying yang disusun berdasarkan bentuk-bentuk cyberbullying Willard. Berdasarkan analisis pearson correlation diperoleh nilai koefisien r = 0,205, dengan signifikansi (p) sebesar 0,001 (p ≤ 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara moral disengagement dengan cyberbullying pada remaja pengguna media sosial Keywords: moral disengagement; cyberbullying; remaja; media sosial
Cite
CITATION STYLE
Hasibuan, N. S., Salmiyati, S., Lestari, Y. I., & Mukhlis, M. (2023). HUBUNGAN MORAL DISENGAGMENT DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL. Indonesian Psychological Research, 5(2), 70–77. https://doi.org/10.29080/ipr.v5i2.953
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.